InfoRmAsi SepuTaR OjEK OnlinE & TutoRiaL

⬜⬜ MOHON MAAF JIKA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN ⬜ BLOG INI BERISI INFORMASI SEPUTAR DRIVER OJEK ONLINE, INFORMASI TEKNOLOGI, TUTORIAL ANDROID, TUTORIAL BLOGGING, TIPS DAN TRIK 🟥🟥 TERIMA KASIH 🟥🟥

Aplikator Transportasi Online Berbondong-Bondong Masuki Kota Pematang siantar

Ditengah pandemi corona yang mewabah di negri kita Indonesia, banyak aplikator-aplikator baru berdatangan masuk ke Indonesia dan terus melebarkan sayapnya ke kota-kota besar di Indonesia, tidak terkecuali kota Pematang siantar. Sepertinya aplikator-aplikator ini memanfaatkan situasi dan celah yang ada ditengah keterpurukan perekonomian bangsa saat ini akibat dari dampak pandemi virus corona. Tidak tahu apakah aplikator itu sudah mendapat izin resmi dari pemerintah masuk ke Indonesia atau tidak. Faktanya, tarif yang mereka tawarkan jauh lebih murah ketimbang tarif gojek dan grab yang notabene sudah duluan ada di Indonesia.



Driver Online,Ojek Online
Foto: Driver Ojek Online Sedang Menunggu
Orderan Masuk

Tarif murah itu sudah barang tentu akan memberikan dampak yang cukup besar bagi driver gojek dan grab itu sendiri. Pasalnya, banyak yang dulunya pelanggan gojek dan grab, kini berbondong-bondong beralih ke transportasi online yang menawarkan tarif yang jauh lebih murah ini dan meninggalkan jasa transportasi gojek dan grab.

Siapa sih yang tidak tergiur dengan harga murah, apalagi ditengah situasi perekonomian bangsa yang memburuk seperti saat sekarang ini. Sepertinya hal yang dibanggakan driver gojek sebagai aplikasinya  karya anak bangsa dan pelopor transportasi online di Indonesia ini hanya tinggal kenangan saja. Nyatanya banyak pelanggan gojek yang sudah tak setia lagi dengan aplikasi hasil karya anak bangsa yang satu ini, mereka lebih cenderung mencari jasa transportasi murah yang sesuai dengan isi kantong mereka.

Foto: pixabay.com

Toh pada kenyataannya, aplikasi-aplikasi yang baru ini drivernya yah itu-itu juga, driver gojek dan grab.

Perlu diketahui, di kota Pematang siantar ini sudah ada lebih dari 5 transportasi online yang masuk dan sudah mulai beroperasi, diantaranya; Maxim, inDriver, Okejek, Mudigo, dan 2 aplikasi lokal yaitu, Siantar Aplikasi (SIAP) dan Siantar Online. Perlu diketahui, aplikasi Maxim dan inDriver ini adalah perusahaan yang berasal dari Rusia, dan masuk ke Indonesia sekitar tahun 2019 yang lalu.

Untuk aplikasi inDriver sendiri sedikit berbeda dengan aplikasi transportasi online lainnya, itu dikarenakan aplikasi inDriver ini ada tawar menawar tarif atau harga pada aplikasinya antara si driver dengan customer.

Sudahlah sewa sedikit, masuk pula aplikasi transportasi online yang baru, seperti itulah kira-kira celetuk driver gojek dan grab Pematang siantar saat ini. Kalau lah pemerintah tidak fokus memikirkan nasib mitra driver, cepat atau lambat mitra driver di kota Pematang siantar ini akan bernasib tragis. Dan mungkin hal yang sama terjadi juga di daerah-daerah lain.

Dalam hal ini pemerintah mengambil peranan penting dalam hal mengatur arus masuknya aplikator-aplikator baru ke setiap kota di Indonesia, agar ada keseimbangan antara driver dengan customer. Selain itu, harapan mitra driver, pemerintah pusat harus mengkaji ulang untuk masalah penyesuaian tarif transportasi online ini. Tarif dasar angkutan online ini haruslah dibedakan menurut kota-kotanya.

Terkadang untuk memenuhi kebutuhan hidup, tidak sedikit mitra driver yang menawarkan jasanya secara offline (tanpa aplikasi) dengan tarif sesuai kesepakatan dengan pelanggannya. Bisa dibilang cari sewa offline lah mengingat persaingan antar driver yang menggunakan aplikasi sudah semakin ketat, mau gak mau langkah jemput bola pun dilakukan para driver yaitu dengan mendatangi calon pelanggan dan menawarkan jasa antarnya. Sudah kayak Ojek pangkalan, atau yang biasa disebut Opang.

Baca Juga: Nasib Driver Gojek Setelah Kantor Gojek Cabang Pematang Siantar di Tutup

Tapi tak sedikit juga driver gojek dan grab ini memiliki aplikasi lainnya. Banyak juga driver gojek dan grab ini yang juga memiliki aplikasi Maxim, inDriver, Okejek, Mudigo, SIAP (Siantar Aplikasi) ataupun Siantar Online. Bahkan ada driver yang sampai memiliki 5 aplikasi ojek online sekaligus dalam 1 handphone. Tidak terbayang kayak mana beratnya itu ponsel dengan aplikasi sebanyak itu yaa....

Tapi itu semua mereka lakukan semata-mata karena keadaan, yaitu keadaan yang semakin sepi orderan, kalau kata mereka sih, karena keadaan yang memaksa mereka berbuat seperti itu. Jadi, bukan tanpa alasan para driver melakukan hal tersebut, karena harapan mereka, dengan banyaknya aplikasi yang mereka jalankan, tentu peluang mereka untuk mendapatkan orderan akan semakin besar ketimbang  mereka hanya mengandalkan satu aplikasi saja. Tapi perlu diketahui juga, dengan semakin banyak aplikasi transportasi online ini, sudah tentu customernya pun menjadi terbagi bagi pula. Kalau dulu cuma ada customer gojek dan grab, tapi sekarang selain customer gojek dan grab, ada lagi customer Maxim, inDriver, Okejek, Mudigo, SIAP ataupun customer Siantar Online yang mungkin dulunya mereka adalah customernya gojek dan grab.

Itulah tadi sedikit duka driver di kota Pematang siantar ini, dimana di kota ini juga saya ngebid. Mungkin keadaan yang sama terjadi juga di kota-kota kalian.

Kalau harapan driver sih gak muluk-muluk, semoga sewa semakin banyak. Karena banyak sedikitnya sewa sangat menentukan pendapatan driver. Apalagi program berkat yang saat ini terjadi di gojek dan perubahan ketentuan bonus yang terjadi di grab, kalau menurut saya pribadi sih, program dan ketentuan yang diterapkan gojek dan grab perihal bonus pada saat sekarang ini sangat tidak berpihak kepada driver.

Baca Juga: Telah Hadir Aplikasi Transportasi Online Baru - Menawarkan Tarif dan Potongan Murah

Semoga pemilik aplikator lebih memikirkan nasib para mitranya, karena walau bagaimana pun mitra driver ini adalah ujung tombak majunya sebuah perusahaan aplikasi jasa transportasi online ini. Jangan lah berat sebelah dengan memanjakan konsumennya saja, dan janganlah hanya memandang dari sudut bisnisnya saja, tapi pandang juga dari segi kemanusiaan. Dan pemerintah jangan hanya diam saja, bantu rakyatmu yang bekerja sebagai driver online ini untuk mendapatkan hidup yang lebih baik lagi. Kami juga rakyatmu, sama seperti rakyatmu yang lain, sama-sama bayar pajak ke negara.

Sekian dulu artikel ini saya buat, lebih dan kurang saya mohon maaf. Tetap jaga selalu solidaritas antar sesama driver.

Terima kasih

0 Response to "Aplikator Transportasi Online Berbondong-Bondong Masuki Kota Pematang siantar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel