InfoRmAsi SepuTaR OjEK OnlinE & TutoRiaL

⬜⬜ MOHON MAAF JIKA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN ⬜ BLOG INI BERISI INFORMASI SEPUTAR DRIVER OJEK ONLINE, INFORMASI TEKNOLOGI, TUTORIAL ANDROID, TUTORIAL BLOGGING, TIPS DAN TRIK 🟥🟥 TERIMA KASIH 🟥🟥

Inilah Alasan Mengapa Driver Gojek Selalu Setia Dengan Aplikator Yang Satu ini

Jika kita flashback ke belakang, di Indonesia hanya ada dua aplikator transportasi online yang bersaing untuk merebut hati pelanggannya yaitu gojek dan grab saja. Tapi beberapa tahun belakangan ini, ada banyak aplikator aplikator baru yang bermunculan, mulai dari aplikator dari luar hingga aplikator-aplikator lokal, yang diantaranya ada Maxim, inDriver, Oke Jack, Mudigo dan masih banyak lagi aplikator yang lainnya.

Karena persaingan aplikator yang semakin kompleks tadi, mau tidak mau mitra drivernya sendiri pun bersaing dalam merebut hati pelanggan dengan memberikan pelayanan bintang lima. Dan tidak sedikit pula driver yang memilih pindah ke aplikator lain, karena menurut mereka lebih menguntungkan.

Driver gojek,ojek online,driver online
Foto: Komunitas Pargojek Ganteng Kota Pematang siantar

Tapi walaupun begitu, tidak sedikit pula driver yang masih setia dengan gojek.

Dari informasi yang saya dapat di lapangan, ada beberapa alasan pengemudi gojek masih setia terhadap aplikator yang satu ini.

1. Aplikasi Karya Anak Bangsa

Gojek adalah merupakan aplikasi transportasi online yang didirikan di Jakarta pada tahun 2010 oleh Nadiem Makarim lulusan Harvart Business School seorang warga negara Indonesia. Dalam usianya yang masih terbilang cukup muda, Nadiem Makarim mampu memberikan gebrakan baru yang sangat luar biasa bagi kemajuan teknologi transportasi di Indonesia.

Baca Juga: REVOLUSI GOJEK MENUJU GOPARTNER

Dengan hadirnya gojek, ada banyak sekali lapisan masyarakat yang terbantu dengan aplikasi transportasi online ini. Lapangan pekerjaan baru terbuka luas, masyarakat yang memiliki usaha kuliner dapat meningkatkan omsetnya dengan adanya gojek. Pilihan masyarakat akan transportasi pun semakin bertambah.

2. Aplikasinya Simple dan Mudah Dipahami

Dari tahun ke tahun aplikasi gojek terus mengalami perubahan, baik itu dari segi tampilan ataupun dari segi fitur layanannya. Banyak driver yang mengatakan kalau aplikasi gojek ini mudah untuk digunakan. Orang tua yang dulunya tidak mengenal smartphone android sekalipun dapat dengan mudah menggunakan aplikasi yang satu ini. Tidak terlalu banyak fitur yang ada di dalam aplikasi tersebut, tetapi sudah cukup lengkap bagi seorang driver dalam bekerja.

3. Tidak Banyak Notifikasi Pesan yang Mengganggu

Berbeda dengan aplikator lain yang hampir setiap hari masuk notifikasi ke aplikasinya, dan yang lebih membuat kesal driver notifikasi pesan yang sama selalu datang berulang-ulang. Jujur saja, saya pun tidak suka dengan pesan yang selalu masuk, padahal isi pesan tersebut tidak terlalu penting menurut saya. Terakhir, untuk melihat pesan itupun jadi malas.

Berbeda halnya dengan aplikasi gojek, yang notifikasi pesannya hanya masuk disaat momen penting yang mengharuskan seluruh drivernya perlu mengetahui akan informasi tersebut.

4. Ukuran Aplikasi yang Tidak Terlalu Besar

Dengan fitur yang lengkap, aplikasi transportasi online ini tergolong aplikasi yang tidak begitu banyak memakan kapasitas ponsel kalian.

Jadi bisa digunakan pada smartphone dengan internal memory ponsel yang kecil sekalipun.

5. Nama "Gojek" Sudah Merakyat

Pernah suatu ketika saya melihat ada pelanggan grab yang memanggil drivernya dengan "abang gojek nya yaa?....", padahal sudah jelas-jelas si driver tersebut mengenakan atribut grab, dan si customer tersebut pun memang lagi memesan grab, tapi tetap saja customernya memanggil drivernya dengan sebutan "abang gojek". Jadi, saya yang mendengarnya pun agak sedikit tertawa geli.

6. Bonusnya Masih Ada

Tak bisa dipungkiri bonus memiliki daya tarik tersendiri bagi driver dalam memicu semangat kerjanya.

Dengan target dan bonus, si driver akan semakin getol dan semangat dalam mencari customer. Semangat itu adalah poin yang berdampak positif bagi driver dan perusahaan gojek nya sendiri. Coba bayangkan jika driver bermalas-malasan dalam bekerja, tentu akan berdampak buruk dalam hal pelayanan, sementara profesi sebagai mitra driver adalah profesi yang bergerak dalam bidang layanan jasa.

Tapi selama pandemi ini, bonus gojek digantikan dengan program berkat.

Hal inilah yang membuat aplikator lain belum bisa menggoyang gojek sampai saat ini. Gojek adalah perusahaan besar yang masih memberikan benefit kepada drivernya dengan memberikan bonus. Sementara ada aplikator baru yang mencoba merebut hati drivernya tanpa ada memberikan bonus. Saya yakin, akan sangat berat bagi aplikator baru seperti itu untuk menggoyang gojek.

Aplikasi transportasi online itu berfungsi jika ada driver yang menjalankannya dan customer yang menggunakannya. Tidak ada salah satunya, maka aplikasi tersebut tidaklah berguna.

7. Terlalu Banyak Kenangan Bersama Gojek

Awal gojek berdiri, begitu banyak kenangan manis dan pahit selama menjadi driver gojek. Semua itu dapat diatasi dengan ke kompakan dan solidaritas yang tinggi sesama drivernya. Kalau kalian ingat-ingat pada awal menjadi driver gojek, pasti kalian akan meneteskan air mata haru, karena sudah begitu banyak kenangan-kenangan yang tersimpan di memori otak kalian selama menjadi driver gojek. Maka tidak sedikit driver yang walaupun terkena putus mitra, tapi masih tetap menjadi driver gojek dengan menggunakan akun orang lain.

8. Tarif yang Lebih Manusiawi

Untuk masalah tarif, gojek memberikan tarif goride, gofood, go-send dan layanan lainnya dengan tarif yang lebih masuk akal dan manusiawi. Berbeda dengan aplikator lain yang memberikan tarif kurang layak bagi mitranya, walaupun tidak semua aplikator yang memberikan tarif dasar yang murah kepada para mitranya. Tapi masih ada saja aplikator yang memberikan tarif yang tidak pantas kepada mitranya. Seharusnya pihak aplikator sadar, bahwa kendaraan yang digunakan driver dalam bekerja butuh perawatan juga, butuh di service setiap bulannya dan biayanya pun tidak sedikit.

Bahkan ada aplikator dengan tarif Rp.7.000,- untuk layanan pesan antar makanan, itupun belum dipotong 20% dari pihak aplikator, jadi si driver hanya dapat Rp.5.600,-. Menurut kalian, pantaskah tarif segitu dengan resiko besar yang kemungkinan bakal di dapat si driver?.....

Baca Juga: Di Kota ini Jasa Pesan dan Antar Makanan Menjadi Pilihan

Itulah tadi beberapa alasan mengapa mitra driver gojek masih setia menjadi driver gojek sampai saat ini, walaupun sudah begitu banyaknya aplikator baru bermunculan dengan memberikan penawaran menarik kepada drivernya. Tapi tetap saja gojek selalu dihati para driver dan masyarakat Indonesia.

Gojek adalah kebanggaan kita sebagai warga negara Indonesia, karena gojek aplikasi karya anak bangsa.

Salam Satu Aspal


0 Response to "Inilah Alasan Mengapa Driver Gojek Selalu Setia Dengan Aplikator Yang Satu ini"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel