InfoRmAsi SepuTaR OjEK OnlinE & TutoRiaL

⬜⬜ MOHON MAAF JIKA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN ⬜ BLOG INI BERISI INFORMASI SEPUTAR DRIVER OJEK ONLINE, INFORMASI TEKNOLOGI, TUTORIAL ANDROID, TUTORIAL BLOGGING, TIPS DAN TRIK 🟥🟥 TERIMA KASIH 🟥🟥

Kemungkinan Yang Bakal Terjadi Jika Gojek dan Grab Resmi Bergabung

Gojek dan Grab Merge
Foto: pixabay.com

Issue yang berkembang seputar transportasi online yang sudah kian merebak saat ini adalah penggabungan dua raksasa bisnis transportasi online yang ada di Indonesia, yaitu gojek dan grab. Merebaknya issue perihal mergernya grab dan gojek ini sudah menjadi perbincangan hangat dikalangan para driver. Media kenamaan Bloomberg melaporkan mergernya dua perusahaan tersebut sudah mengalami kemajuan yang signifikan dan hampir dipastikan akan terwujud. Masayoshi Son selaku bos Softbank disebut-sebut sebagai salah satu orang penentu atas kesepakatan tersebut.

Ada beberapa kemungkinan besar yang bakalan terjadi jika penggabungan ini benar-benar terjadi.

PUTUS MITRA MASSAL

Kemungkinan pertama yang diprediksi bakalan terjadi adalah putus mitra secara massal (PM Massal). Ini adalah kemungkinan besar yang akan menyerang para driver jika merger ini terjadi. Berdasarkan pengalaman, banyak perusahaan-perusahaan yang melakukan penggabungan perusahaan pada akhirnya akan melakukan efisiensi atau perampingan. Para driver merasa resah, karena bakalan adanya gelombang pemutusan mitra sepihak secara besar-besaran bakal terjadi. Hal ini tentunya berdampak kepada hilangnya mata pencaharian driver tersebut. Dan pengangguran pun akan meningkat, seperti itulah logikanya.

Baca Juga: 6 PENYEBAB YANG BISA BIKIN AKUN GOJEK KALIAN MENJADI GAGU

KESEJAHTERAAN MITRA DRIVER

Kemungkinan kedua yang juga bakalan menghampiri para mitra driver adalah kesejahteraan mitra yang semakin diabaikan. Dengan penggabungan dua aplikator ini dan dilebur menjadi satu ditakutkan pihak perusahaan hanya akan memikirkan segala sesuatunya hanya dari sudut pandang bisnis belaka tanpa memikirkan kesejahteraan para mitranya.

MONOPOLI BISNIS

Dan kemungkinan ketiga yang bakal terjadi adalah persoalan monopoli bisnis. Ancaman akan adanya monopoli bisnis ini akan kian menyeruak, dimana dengan mergernya dua aplikator besar ini, mereka menjadi semakin memiliki super power dalam mengendalikan pasar. Tidak bergabung saja, gojek dan grab sudah cukup kuat di pasar. Belum ada satu aplikator baru yang mampu menyaingi kekuatan mereka untuk saat ini. Dan hal ini juga diakui para mitra driver. Memang ada beberapa aplikator yang mencoba menyaingi kedua kekuatan besar ini, tapi pada kenyataannya, aplikator tersebut belum mampu dan belum cukup kuat untuk bersaing.

Semoga pemerintah sebagai penengah, bisa lebih adil dan lebih bersikap objektif dalam mengambil sikap. Mengingat ada jutaan warga negara Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada aplikator ini, termasuk mitra kuliner gojek dan grab. Jika merger ini hanya akan menguntungkan para pebisnis saja, ditakutkan akan adanya gelombang demo besar-besaran yang dilakukan mitra driver. Bayangkan saja jika driver gojek dan grab diseluruh Indonesia bersatu untuk melakukan aksi demo, tentu akan dapat menimbulkan masalah baru lagi.

Konsekuensi yang  bakalan terjadi apabila penggabungan ini terjadi, maka Antony Tan bakal menjadi CEO dari perusahaan gabungan ini nantinya. Sedangkan, untuk para petinggi gojek sendiri akan menjalankan bisnis baru dengan tetap memakai nama gojek sebagai brandnya.

Mitra driver sendiri khawatir jika merger ini terjadi, maka akan berdampak pada berkurangnya penghasilan mereka dengan dipangkasnya jumlah bonus yang mereka terima. Saat ini saja bonus mereka sudah dikurangi, bagaimana lagi jika merger ini sudah menemukan kata sepakat.

Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua, Igun Wicaksono juga mengatakan bahwa kekhawatiran yang dirasakan mitra driver soal bonus dapat dipahami dan dimengerti. Igun juga mengatakan akan menyampaikan aspirasi driver dengan membuka ruang dialog, tapi jika hal ini tidak mendapat perhatian, maka langkah akhir kami adalah menggelar aksi massa pengemudi ojol seluruh Indonesia, ucap Igun.

Semoga dengan kesepakatan yang bakalan terealisasi tersebut dapat memberikan nilai positif bagi kesejahteraan pengemudi. Walau bagaimana pun, mitra driver adalah ujung tombak dari perusahaan, jadi sudah sepatutnya diberi apresiasi dengan lebih memperhatikan dan memperdulikan nasib mereka.


0 Response to "Kemungkinan Yang Bakal Terjadi Jika Gojek dan Grab Resmi Bergabung"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close