InfoRmAsi SepuTaR OjEK OnlinE & TutoRiaL

⬜⬜ MOHON MAAF JIKA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN ⬜ BLOG INI BERISI INFORMASI SEPUTAR DRIVER OJEK ONLINE, INFORMASI TEKNOLOGI, TUTORIAL ANDROID, TUTORIAL BLOGGING, TIPS DAN TRIK 🟥🟥 TERIMA KASIH 🟥🟥

Moda Raya Terpadu Sebagai Salah Satu Solusi Kemacetan Kota Jakarta


MRT Jakarta

Sebelum membahas lebih jauh mengenai kelebihan dan kekurangan MRT di negara lain dibandingkan dengan MRT yang ada di Indonesia, alangkah baiknya jika kalian tahu kalau MRT kepanjangan dari Moda Raya Terpadu. MRT adalah sarana transportasi transit yang cepat dengan menggunakan kereta rel listrik. Di Indonesia sendiri pembangunannya sudah dimulai pada 10 Oktober 2014 dan sudah diresmikan pada 24 Maret 2019 dengan jumlah stasiun yang beroperasi sebanyak 13 stasiun.

Moda transportasi yang satu ini sangat membantu dalam mengurangi kemacetan, khususnya yang terjadi di ibukota Jakarta. Karena kemacetan di Jakarta seperti satu permasalahan yang sudah berakar dari dulu hingga sekarang. Setidaknya moda transportasi yang satu ini, dapat menjadi solusi dan obat penawar bagi kemacetan kota Jakarta. Pemerintah mengharapkan, dengan semakin beragamnya moda transportasi umum, diharapkan masyarakat dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan lebih memilih berkendara dengan menggunakan transportasi umum sebagai alternatif pilihannya. Terlebih lagi sudah semakin menjamurnya aplikator-aplikator daring di Indonesia, salah satunya adalah Gojek dan Grab.


Baca Juga: Aplikator Transportasi Online Berbondong-Bondong Masuki Kota Pematang siantar


Oke baiklah, saya akan memberi sedikit gambaran mengenai MRT terbaik menurut pandangan saya.






Pertama

MRT terbaik menurut saya adalah MRT SBK line di Malaysia. Dari segi desain, integrasi, teknologi, dan perawatan sangat baik. Rutenya juga cukup panjang yaitu sekitar 51 km untuk fase pertama.


Kedua

adalah MRT Singapura yang walaupun sudah cukup berumur, tapi masih terawat dengan baik. Satu hal yang membuat saya kurang suka adalah stasiun-stasiun nya yang terkesan biasa saja dibandingkan MRT lain.



Ketiga

adalah BTS Skytrain Bangkok yang memiliki fasilitas modern dan jangkauan rute yang cukup luas. Tak kalah dengan kota lain, BTS Bangkok pun juga mengintegrasikan stasiun-stasiun mereka dengan mall serta gedung-gedung disekitarnya. Kekurangannya adalah tarifnya yang relatif mahal untuk standar ASEAN.



Keempat

adalah tie antara MRT Bangkok dan MRT Jakarta. Menurut saya dari segi desain dan teknologi, MRT Jakarta masih lebih unggul, tapi integrasinya saya rasa sama saja. Satu hal yang membuat saya agak sulit membandingkannya adalah MRT Purple Line yang baru diresmikan di Bangkok, sedangkan saya terakhir hanya mencoba MRT Bangkok Blue Line yang kurang lebih mirip metro system di China tahun 2000 awal.

Saya belum pernah ke Filipina apalagi ke India. Tapi berdasarkan pengalaman teman saya yang pernah ke Manila, MRT disana mirip KRL Jabodetabek. Bedanya, kereta berjalan dengan cukup lambat dan AC pun pada waktu itu belum ada di kereta. Stasiun kurang lebih mirip stasiun LRT Palembang tapi lebih tua. Kalau untuk India, sepertinya mirip dengan kota-kota lain di Asia. Terlepas dari stereotipe “semrawut” yang selalu melekat pada negara India, yang saya lihat di internet dan forum SSC justru sistem MRT disana cukup modern dan merata pembangunannya. Sayangnya dalam hal keamanan dan ketertiban masih kurang.

Itulah tadi beberapa penjelasan saya tentang MRT yang ada di beberapa negara. Jadi, bisa kalian bandingkan antara MRT yang ada di Indonesia dengan MRT yang ada di negara-negara lain. Jadi pemerintah mengharapkan MRT adalah solusi kemacetan kota Jakarta.

Apakah menurut kalian MRT memberikan pengaruh positif terhadap pengurangan kemacetan kota Jakarta ?. Berikan jawaban kalian di kolom komentar.



0 Response to "Moda Raya Terpadu Sebagai Salah Satu Solusi Kemacetan Kota Jakarta"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close