InfoRmAsi SepuTaR OjEK OnlinE & TutoRiaL

⬜⬜ MOHON MAAF JIKA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN ⬜ BLOG INI BERISI INFORMASI SEPUTAR DRIVER OJEK ONLINE, INFORMASI TEKNOLOGI, TUTORIAL ANDROID, TUTORIAL BLOGGING, TIPS DAN TRIK 🟥🟥 TERIMA KASIH 🟥🟥

Masih Pantaskah Profesi Sebagai Driver Ojek Online Dijadikan Sumber Mata Pencarian

 

Masih Pantaskah Profesi Sebagai Driver Ojek Online Dijadikan Sumber Mata Pencarian
Foto: Driver Grab Pematang siantar Menunggu Orderan

Pertanyaan inilah yang masih menjadi tanda tanya besar bagi sebagian besar driver ojek online yang ada di kota Pematang siantar. Mengapa tidak!. Driver ojek online yang ada di kota Pematang siantar ini seperti jatuh, ketimpa tangga pula. Sudahlah tarif dinaikkan yang berimbas kepada sepinya orderan, bonus pun dipangkas habis oleh pemilik aplikator. Belum cukup penderitaan itu diterima, datang lagi musibah pandemi global yang meluluh lantakkan perekonomian masyarakat.

Hadeeeh....., Bantuan pemerintah kepada rakyat kecil, khususnya driver ojek online, bisa dibilang hampir tidak dirasakan manfaatnya.

Timbullah pertanyaan dalam benak para mitra driver, apa masih pantas atau layak profesi sebagai driver online ini dipertahankan sebagai sumber penghasilan utama buat perekonomian keluarga?. Apa harus banting stir dan mencari pekerjaan lain?.

Sebenarnya, banyak diantara mitra driver yang mencoba mencari pekerjaan lain. Tapi mengingat kondisi pandemi corona yang masih belum selesai, membuat banyaknya perusahaan yang tidak membuka lowongan pekerjaan. Alih-alih perusahaan menerima karyawan, untuk menyelamatkan perusahaannya dari kebangkrutan saja mereka sudah setengah mati. Malah banyak karyawannya yang di rumahkan, bahkan di PHK.

Baca Juga : Nasib Driver Gojek Setelah Kantor Gojek Cabang Pematang Siantar di Tutup

Pihak aplikator pun dirasa seolah tak memperdulikan nasib para mitranya. Mereka hanya sibuk dengan urusan pengembangan bisnisnya di segala lini. Melakukan merger dan perubahan-perubahan dalam menjalankan strategi bisnis untuk mengalahkan pesaingnya tanpa memperdulikan kesejahteraan mitranya sendiri. Mereka seperti sudah melupakan, kalau driver lah ujung tombak mereka dalam menjalankan bisnisnya, dan driver pula yang telah membesarkan namanya. Mereka hanya peduli dengan keuntungan perusahaannya sendiri, tanpa memperdulikan nasib mitranya sendiri.

Jadi, masih pantaskah profesi sebagai driver ojek online dijadikan sebagai mata pencarian utama buat menghidupi keluarga?.

Kalau saya pribadi sih menjawab, sudah tidak pantas dan tidak layak lagi kalau kita menggantungkan hidup dan menjadikannya sebagai pekerjaan utama kita. Mau tidak mau, kita harus memiliki pekerjaan lain sebagai penopang hidup.

Saya pribadi sudah mulai tidak bersemangat lagi bekerja di jalanan sebagai driver ojek online. Sebagian besar driver pun yang saya tanya mengatakan kalau disini sudah tidak bisa dipertahankan lagi, bekerja sebagai driver online sudah tidak seenak dulu lagi. Alasan dari sebagian besar mitra driver, kenapa masih bertahan sebagai driver ojek online ditengah kondisi sulit saat sekarang ini, kebanyakan dari mereka menjawab dikarenakan keterpaksaan saja mereka terus bekerja sebagai mitra driver ojek online. Mereka tidak mempunyai pilihan lain, karena belum mendapatkan pekerjaan lain, itulah alasan mereka.

Masih Pantaskah Profesi Sebagai Driver Ojek Online Dijadikan Sumber Mata Pencarian
Foto: Driver Gojek Pematang siantar Menunggu Orderan

Banyaknya akun yang mereka miliki, tetap tidak merubah keadaan. Malah, semakin banyaknya aplikator baru yang bermunculan, hanya akan menambah penderitaan driver itu sendiri. Kenapa tidak?, karena orderan pun menjadi terbagi-bagi, sementara tidak ada penambahan customer untuk kota yang tidak terlalu besar seperti kota Pematang siantar ini. Mungkin hal ini tidak berpengaruh kepada driver yang memiliki akun gacor, tapi dari sekian banyaknya driver yang ada di kota Pematang siantar ini, paling hanya sekitar 20 - 25% saja yang memiliki akun gacor, terus sisanya kemana?, hanya sebagai penonton driver-driver akun gacor membawa penumpang.

Saya pribadi pun seperti itu, perlahan tapi pasti, saya mulai mencari pekerjaan baru. Saya merasa, jika harus terus mempertahankan pekerjaan ini, lambat laun keluarga saya akan hancur. Kebutuhan terus meningkat, aplikator tidak peduli dengan nasib saya, lantas apa alasannya saya harus terus bertahan disini?.

Seharusnya pihak aplikator bisa lebih care terhadap mitra drivernya. Karena bagaimana pun, driver adalah garda terdepan dan ujung tombak kemajuan perusahaan. Bagaimana dulu sewaktu gojek dan grab ini belum ada apa-apanya di negri ini. Begitu banyak rintangan yang dihadapi mitra driver di jalanan. Tapi kini setelah pihak aplikator memiliki nama besar dan menjadi perusahaan unicorn, seolah mereka melupakan, siapa yang paling berjasa membesarkan namanya.

Satu kalimat yang saya tekad kan dalam hati, "selamat tinggal buat driver online, dan menatap lah ke depan". Jangan pernah mau untuk terus berada pada zona nyaman. Karena kenyamanan tak membuat perutmu menjadi kenyang.

Penutup

Mungkin itu sedikit curahan isi hati saya yang mewakili banyaknya mitra driver yang ada di kota Pematang siantar ini. Satu kalimat yang ingin saya sampaikan,"Ojek Online Tak Seindah Dulu Lagi".

Salam Satu Penderitaan!

Terima Kasih

0 Response to "Masih Pantaskah Profesi Sebagai Driver Ojek Online Dijadikan Sumber Mata Pencarian"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel