InfoRmAsi SepuTaR OjEK OnlinE & TutoRiaL

⬜⬜ MOHON MAAF JIKA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN ⬜ BLOG INI BERISI INFORMASI SEPUTAR DRIVER OJEK ONLINE, INFORMASI TEKNOLOGI, TUTORIAL ANDROID, TUTORIAL BLOGGING, TIPS DAN TRIK 🟥🟥 TERIMA KASIH 🟥🟥

Kelicikan Yang Pernah Dilakukan Customer Terhadap Driver Ojol, Poin Ke-6 Paling Sadis Dan Tidak Manusiawi

Kelicikan Yang Pernah Dilakukan Customer Terhadap Driver Ojol, Poin Ke-6 Paling Sadis Dan Tidak Manusiawi
Foto: pixabay.com


Mungkin kalian pernah mendapatkan perlakuan seperti ini dari customer ojek online kalian.

Disini saya akan menceritakan pengalaman saya dan pengalaman teman-teman driver lain yang pernah mengalami kelicikan dari customernya. Bisa dibilang, sedikit Curhat lah.. He...hehee...he..


Driver gojek dan grab


1. Jadi kelicikan paling banyak terjadi adalah memilih lokasi tujuan dengan asal pilih titik pengantaran, lalu setelah sampai dilokasi, customer tersebut meminta lagi maju terus dan terus sampai pada akhirnya dia turun yang jaraknya bisa sampe 2-3 km dari titik drop. Entah berfikiran apa orang macam begini, jika di asumsikan dari titik jemput ke titik antar 4 km dengan ongkos Rp.8000,- Net, lalu meminta lanjut ampe dia turun 2-3 km lagi dari titik pengantaran di aplikasi, ITU SANGAT MERUGIKAN DRIVER!! yang harusnya total 7 km dengan argo yang lebih mahal, kurang lebih sekitar Rp.13000,- dia dengan melakukan begini hanya membayar Rp.8000,-. Dengan embel embel rasa takut mendapatkan Bintang 1 dari customer dan aturan perusahaan yang kurang berpihak kepada mitra drivernya, akhirnya menuruti saja keinginan si customer tersebut. Ada beberapa customer yang memang dengan sengaja melakukan trik murahan seperti ini hanya untuk menekan ongkos perjalanannya saja.


Baca Juga: 5 HAL YANG TIDAK DISUKAI CUSTOMER DARI SEORANG DRIVER OJEK ONLINE


2. Kesalahan menu atau tidak lengkapnya pesanan tapi malah drivernya yang di kambing hitamkan. Adakalanya hal ini lebih baik diperhatikan oleh semua pengguna (customer), bahwa tugas kami hanya MEMBELIKAN dan MEMBAYAR pesanan yang anda buat di aplikasi. Jika ada kekurangan atau kekeliruan jangan asal saja komentar di aplikasi, karena itu sebuah ancaman yang sangat merugikan bagi kami (driver). Setiap komentar dan penilaian yang diberikan customer, pekerjaan kami lah yang menjadi taruhannya. Kami sewaktu-waktu bisa saja terkena sanksi Putus Mitra. Tugas kami bukan untuk membuka-buka dan memeriksa isi makanan yang anda pesan dari sebuah restoran, menurut saya tidak sopan dan tidak etis jika harus membuka kembali satu persatu makanannya. Begitu pula kalian, saya yakin 100% jika melihat bungkus makanan kalian yang dipesan terlihat tidak rapih atau terlihat seperti sudah terbuka, pasti kalian (customer) merasa tidak enak dan mencurigai kami memasukan apa apa atau membuka pesanan.


Kesal tidak? Pasti kesal kan. Teman saya kehilangan beberapa waktu karena suspend selama 2 minggu hanya gara-gara sebuah komen "saosnya gak ada, kenapa gak dimintain sih..!", "Makanan yang saya pesan kurang 5 tusuk, bapak jangan gak sopan ambil makanan saya, kalau mau bilang". Seperti terhina dan tidak mampu beli makanan itu sampai harus nyomot-nyomot makanan pesanan customer, andai saja teman saya itu tahu siapa orangnya dan identitas customernya, pasti akan dia datangi tuh orangnya. Emangnya driver tidak mampu membeli makanan ? Ada baiknya tunggu konfirmasi balik dari drivernya jangan asal komen saja di aplikasi ya..! Atau si customer bisa menanyakannya langsung kepada drivernya.


3. Menjanjikan penggantian uang parkir lewat non-tunai (customer Grab) atau melalui tip (customer Gojek). Bagi saya ini mitos bagi 80%, omong kosong kalau ada customer yang bilang begitu, pada ujungnya apa ? Tidak ada penggantian, dan saya merugi setengah ongkos antar makanan untuk bayar parkir di store dan di apartemen/kantor. Untungnya sekarang sudah banyak tukang parkir yang baik, dengan tidak meminta uang parkir terhadap driver ojek online.


Baca Juga: 5 KARAKTER CUSTOMER YANG TIDAK DISUKAI DRIVER OJEK ONLINE


4. Aji mumpung memesan satu layanan, tapi menambah beban diluar yang tertulis. Contohnya banyak terjadi pada orderan layanan Go-Send atau Grab Express, tertulis di note Paket: Daging Ayam.

Setelah dikonfirmasi mereka mengatakan barangnya hanya 3 plastik, saya asumsikan paling sedikit, hanya 3 plastik normal. Tapi ternyata setelah saya sampai bodohnya saya, saya diminta menunggu dan langsung Pickup order. Setelah saya ketahui, ternyata isinya adalah 3 PLASTIK TRASH BAG AYAM BEKU seperti ini


Driver gojek dapat orderan gosend
























Setelah sampai di lokasi tujuan, saya malah disuruh mindahin ini paket, tanpa memberi uang lebih sedikit pun. Gila emang!!

Bukannya berharap, tapi tahu diri dan pengertiannya lah, ini ayam beku otomatis beratnya bertambah. Memang sih ada juga beberapa customer baik yang pengertian.

Tetapi kalau kita jelasin sama si customer, terkadang jawabannya enteng aja, "Kenapa gak dicancel,kok diterima orderannya?..!" Saya tertipu karena disuruh duduk nunggu langsung pickup saja, kalau nelpon CS Gojek pun butuh waktu karena line telpon yang sangat sibuk dan membutuhkan pulsa yang tidak sepadan.


5. Pesan makanan atau belanja sesuatu di Store menggunakan layanan Go-Ride atau pun Grab Bike. Kalau yang saya ketahui sih, customer pesan makanan menggunakan layanan Ride ataupun Bike karena untuk menghindari biaya tambahan dari Resto sebesar 20%. Sedangkan belanja di Market menggunakan layanan Ride atau Bike, biar ongkosnya tidak begitu mahal. Karena kan ongkos Go-Shop itu Rp.18000,- sedangkan kalau menggunakan layanan Go-Ride hanya dikenakan biaya Rp.11000,-. Itu berarti Rp.7000,- lebih murah.


6. Kejadian ini lagi ramai-ramai nya dan paling tidak manusiawi. Hanya memikirkan keuntungan pribadi dengan membuat kebohongan dan mengorbankan driver. PELANGGAN MELAPOR KALAU MAKANANNYA TIDAK SAMPAI PADAHAL DIA SUDAH TERIMA MAKANANNYA.

Entah apa yang ada dipikiran customer macam ini, dengan berdalih mengandalkan kesempatan CUSTOMER ADALAH RAJA dan APLIKATOR YANG TIDAK PEDULI DENGAN APA KATA MITRA NYA. Apa yang terjadi ??

Asumsikan saja, jika si A memesan makanan senilai Rp.300.000,-. Setelah driver tiba, si A ini menerima makanannya kan? Lalu setelah driver pergi mungkin saja si A ini pergi ke tempat aslinya agar tidak diketahui dia tinggal dimana, si A melapor bahwa makanan yang ia pesan tidak sampai. Pada akhirnya apa? UANG DIA DI REFUND, DIA MAKAN ENAK GRATIS!!

GILA GAK? Makin gila orang-orang segitunya, semoga customer seperti ini cepat-cepat mendapatkan hidayah dari Tuhan.

Buat para customer ojek online, semoga anda tidak mencobanya. Anda pikirkan akibatnya dari itu mereka punya tanggungan anak dan istri dirumahnya. Jahat dan hina nya anda jika melakukan hal seperti itu. Saya yakin, customer sekarang sudah jauh lebih bijak dan dewasa. Berempatilah sedikit terhadap driver, mereka bekerja di jalanan dengan mempertaruhkan nyawa dan keselamatannya hanya untuk mencari nafkah buat keluarganya.

Mungkin itulah tadi beberapa trik murahan yang tidak manusiawi yang pernah terjadi kepada teman-teman driver. Saya yakin, customer sekarang sudah semakin bijak dalam bersikap.


0 Response to "Kelicikan Yang Pernah Dilakukan Customer Terhadap Driver Ojol, Poin Ke-6 Paling Sadis Dan Tidak Manusiawi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel