InfoRmAsi SepuTaR OjEK OnlinE & TutoRiaL

⬜⬜ MOHON MAAF JIKA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN ⬜ BLOG INI BERISI INFORMASI SEPUTAR DRIVER OJEK ONLINE, INFORMASI TEKNOLOGI, TUTORIAL ANDROID, TUTORIAL BLOGGING, TIPS DAN TRIK 🟥🟥 TERIMA KASIH 🟥🟥

APLIKATOR SEMAKIN BERJAYA, SEMENTARA MITRA DRIVER SEMAKIN TERPURUK

Gojek,grab

Seiring dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, sarana transportasi pun bertransformasi menjadi sebuah layanan transportasi berbasis online. Hanya dengan sentuhan jari saja, kita sudah bisa mendapatkan layanan transportasi. Bukan hanya itu saja, dengan ponsel pintar yang dimiliki, kita juga dapat menikmati jasa pesan antar makanan dan barang.

Jadi, dengan perkembangan teknologi transportasi saat ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan pengantaran orang saja. Tapi lebih dari itu, masyarakat juga bisa menikmati layanan pesan antar makanan dari resto-resto favorit mereka dan juga layanan pengantaran barang.

Tentu semua layanan yang bisa dinikmati tersebut, tidak terlepas dari sang eksekutor, yaitu mitra driver. Mitra driver sebagai pelaksana dari platform aplikasi online (gojek, grab,maxim, atau aplikator lainnya), sudah begitu banyak berjasa dengan memberikan pelayanan yang maksimal kepada pelanggan setianya.

Baca Juga: Masih Pantaskah Profesi Sebagai Driver Ojek Online Dijadikan Sumber Mata Pencarian

Ada hubungan yang tak terpisahkan antara pihak aplikator, mitra driver dan pelanggan. Sudah seharusnya jika ketiganya saling menjaga satu sama lain. Pihak aplikator tentu harus memberikan kesejahteraan yang lebih layak kepada setiap mitranya, begitu juga dengan mitra driver harus secara konsisten memberikan pelayanan bintang 5 kepada setiap pelanggan setianya. Dan pelanggan sebagai pengguna, tentu akan memberikan keuntungan terhadap perusahaan. Jika pelanggan merasa puas dengan pelayanan yang kita berikan, bukan hanya perusahaan saja yang diuntungkan, tetapi juga mitra drivernya. Hal tersebut juga akan memberikan image/kesan yang baik dimata pelanggan itu sendiri. Dengan image yang baik tersebut, pihak aplikator/perusahaan akan mendapatkan kepercayaan lebih dari masyarakat.

Dalam memberikan pelayanan, mitra driver terus diawasi dan dipantau kinerja nya oleh sistem yang ada pada aplikasi tersebut. Tapi bagaimana dengan kesejahteraan mitra driver itu sendiri? Apakah masuk dalam pantauan si pemilik aplikator???....

Hal inilah yang menjadi tanda tanya besar bagi sebagian mitra driver.

Baca Juga: MUDIK DILARANG, DRIVER OJOL MENANGIS

Perusahaan menuntut kewajiban para mitranya dengan memberikan pelayanan yang maksimal kepada si pelanggan/customer, sementara tuntutan mitra driver terhadap perusahaan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak apakah sudah dipenuhi juga oleh pihak perusahaan/aplikator??...

Pada kenyataannya, atas dasar hubungan kemitraan tersebut, tampaknya pihak aplikator kurang begitu memperdulikan nasib mitranya. Atas dasar hubungan kemitraan itu juga, yang membuat perusahaan semakin bebas menentukan kebijakan atau aturannya kepada para mitra drivernya. Dengan hubungan hanya sebatas mitra, perusahaan jelas terbebas dari beban biaya upah pekerja, jaminan kesehatan pekerja, pesangon dan lainnya.

Tapi yang lebih egoisnya lagi, pihak aplikator/perusahaan tetap saja menuntut banyak terhadap para mitranya. Layaknya karyawan sendiri, pihak aplikator memberikan aturan-aturan yang membatasi kebebasan setiap mitranya dalam bekerja. Bagi mitra yang melanggar aturan tersebut, perusahaan akan memberikan sangsi berupa, akun mitra akan menjadi gagu, menonaktifkan sementara akun mitra driver (suspend), bahkan yang lebih parahnya lagi sangsi berupa PUTUS MITRA bagi mitra driver yang tidak taat dengan aturan perusahaan. Beda tipis antara sangsi dengan ancaman.

Tapi pada kenyataannya, banyak diantara mereka yang masih tetap menjadikan profesi driver ojek online ini sebagai pekerjaan utama mereka. Saya sempat bertanya kepada beberapa driver ojek online di daerah saya, "kenapa mereka masih mau bekerja sebagai driver ojek online dengan kondisi seperti saat ini", dan jawaban mereka sama, mereka masih tetap bertahan hanya karena keterpaksaan saja, tidak ada pilihan lain. Seperti buah si mala kama.

Sulitnya mencari lapangan pekerjaan lain yang lebih layak, menjadi salah satu alasan kuat mereka untuk tetap bertahan sebagai driver ojek online. Tapi disisi lain, pihak aplikator seolah memanfaatkan situasi yang ada dan terkesan "semena-mena" terhadap mitra drivernya.

Disisi lain, pemerintah juga telah membuat kebijakan baru berupa pemberlakukan wajib pajak terhadap driver online. Sebenarnya hal tersebut tidak begitu dipermasalahkan mitra driver, tapi harapan mereka, dengan adanya kontribusi mereka terhadap pembangunan, pemerintah harus lebih memperhatikan kesejahteraan mereka dengan mengatur hak-hak mereka yang tertuang dalam bentuk peraturan pemerintah yang lebih kuat secara hukum. Jangan hanya memperhatikan nasib para pengusahanya saja, tapi juga harus memperhatikan nasib pekerjanya juga. Harus ada keseimbangan antara pengusaha dan pekerja.

Harapan para driver ojek online, semoga saja pemerintah kita bisa lebih peduli dengan kesejahteraan mereka. Ada sekitar 2 juta lebih driver ojek online di Indonesia ini yang mengharapkan keseriusan pemerintah terhadap nasib mereka. Mau kemana lagi mereka mengadu kalau bukan kepada penguasa negri ini. Pemerintah sudah membebankan driver dengan mengutip beban pajak dari penghasilan mereka, sudah sewajarnya jika pemerintah juga memberikan sesuatu yang lebih kepada para driver ojek online.

Terima Kasih

Salam Satu Aspal & Salam Satu Penderitaan

(By: Driver Ojek Online)

0 Response to "APLIKATOR SEMAKIN BERJAYA, SEMENTARA MITRA DRIVER SEMAKIN TERPURUK"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close